Tingginya Potensi Pasar Online : Haruskah Kita Hanya Menjadi Objek ?

Barangkali sebagian kita masih ada yang belum tahu pasti bahwa potensi pasar online di Indonesia sangat besar sekali sehingga Raksasa Google & Facebookpun sudah beberapa tahun menancapkan kukunya di Indonesia.

Sekedar untuk mengingatkan kembali, berikut ini data pengguna internet & media sosial di Indonesia yang dirilis dari hasil survey Hootsuite & Wa are social.

Kita mungkin tidak perlu menargetkan angka yang fantastis di atas, sekedar untuk tahu saja.

Kita coba tengok saja apa yang ada dalam genggaman jari kita tiap saat, yakni HP.

Ada berapa puluh atau ratus kontak WA yang kita punya ? Berapa grup WA yang kita ikuti ? Berapa ratus atau ribu teman Facebook kita ? Berapa ribu grup FB yang bisa kita ikuti ? Berapa banyak follower Instagram ? Twitter ? Youtube ?

Bukankah mereka sama seperti kita, memerlukan suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya ?

Ini berarti kita bisa memanfaatkan potensi tersebut untuk memenuhi salah satu atau beberapa kebutuhan mereka, dan tentu kita mendapat profit.

Ini tidak harus menjadi masalah, tidak ada yang dirugikan bukan ?

Memang benar, hampir setiap produk apapun sudah bisa ditemukan dijual secara online. Atau dengan kata lain sudah banyak saingan.

Tapi itu bukan berarti kita tidak dapat bersaing atau menawarkan sesuatu yang lebih dari pesaing kita. Atau mencari suatu produk yang masih mungkin untuk bersaing.

Artinya, dalam memanfaakan potensi pasar online ini memang dibutuhkan pengetahuan tertentu tentang memilih produk yang tepat serta cara melakukan pendekatan pasarnya.

Contoh dari sisi produk :

  • Jika Anda memilih produk fashion untuk dijual secara online kemungkinan besar akan sulit bersaing. Karena Anda berhadapan dengan marketplace besar seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Lazada, Zalora, dll.

Kecuali produk fashion Anda unik & tidak ada di marketplace tersebut.

  • Tapi ketika Anda menjual produk kerajinan eksklusif yang Anda buat sendiri, sudah bisa dipastikan penjualan Anda jauh lebih baik.

Contoh dari pendekatan pasar :

  • Anda jualan hijab di Facebook. Tapi Anda tidak tahu pasti, siapa saja teman-teman Facebook Anda. Berapa persen laki-laki, berapa persen wanita, berapa rentang usianya, berapa penghasilannya, apa kegiatannya. Andapun tidak tahu bagaimana caranya supaya postingan hijab Anda bisa dilihat banyak teman Anda.

Maka kemungkinan besar hijab Anda akan sulit laku. Paling cuma beberapa saja.

  • Tapi ketika teman-teman FB Anda hampir 100% wanita, berasal dari fansnya Aa Gym, Ust. Abd. Somad, anggota grup-grup pengajian atau majlis taklim, memiliki penghasilan cukup, senang dengan kajian Islam, maka sudah bisa dipastikan hasil penjualannya akan jauh lebih besar.

Terlebih jika Anda mengetahui cara-cara meningkatkan visibilitas postingan Anda di Facebook.

Artinya, saingan boleh banyak tapi tidak semua paham dan tahu cara-cara memanfaatkan media online untuk jualan dengan benar.

Oleh karenanya, kita bisa memanfaatkan potensi online dengan optimal asalkan kita mau mempelajari caranya dan menerapkannya dengan konsisten.

Jadi, jangan sia-siakan besarnya potensi pasar online yang ada dalam genggaman Anda tiap saat. Jangan hanya menjadi objek & penonton. Mulailah belajar cara memanfaatkannya.

Tidak masalah jika Anda sudah tidak butuh uang, hasil bisnis Anda bisa disumbangkan bagi banyak fakir miskin & dhuafa yang membutuhkan dimana mereka tidak bisa memanfaatkan potensi online tersebut. HP & paket data Anda akan menjadi ladang amal.